KLASIFIKASI
MIKROORGANISME
Klasifikasi
dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling berhubungan dalam
taksonomi. Klasifikasi dapat diidentifikasikan sebagai penyusunan organisme
kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan.
Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang
didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi, sifat biokimia, fisiologi,
genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson.
Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat
dengan menggunakan mata telanjang, sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat
melihatnya seperti mikroskop, lup dan lain-lain. Cakupan dunia mikroorganisme
sangat luas, terdiri dari berbagai kelompok dan jenis, sehingga diperlukan
suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian.
Macam-Macam
Klasifikasi Mikroorganisme :
1. Neisseria
gonorrhoeae
Kencing nanah atau gonore
(bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit menular
seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi
lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva).
Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama
kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan
menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan
reproduksi.
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class : Beta
Proteobacteria
Order : Neisseriales
Family : Neisseriaceae
Genus : Neisseria
Species : Neisseria gonorrhoeae
2. Erwinia
carotovora
Bakteri
Erwinia carotovora pv.carotovora adalah menyebabkan pembusukan buah dan sayur.
Hal ini dapat dikendalikan dengan cara menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa
tanaman sakit, menanam dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat supaya
kelembapan tidak tinggi.
Phylum : Proteobacteria
Class : Gammaproteobacteria
Order : Enterobacteriales
Family : Enterobacteriaceae
Genus : Erwinia
Species : Erwinia carotovora
Ciri dari
gejala yang ditimbulkan adalah batang yang terserang busuk, basah, dan
mengeluarkan bau tak enak. Penyakit yang berbahaya ini belum ditemukan cara
pengendaliannya yang tuntas. Pergiliran tanaman diharapkan dapat memutus daur
hidup penyakit. Begitu pula pemeliharaan lahan sayuran agar tidak kotor atau
terlalu lembap.
Penyebaran
bakteri Erwinia carotovora adalah melalui serangga, nematoda, angin atau hewan
lainnya yang masuk melalui lubang alami pada tanaman.
Sel bakteri
yang masuk ini akan berkembang biak dalam ruang antar sel yang selanjutnya akan
merusak jaringan tanaman dan menimbulkan penyakit. Dengan didukung kelembaban
yang tinggi dan suhu yang rendah, perkembangbiakan dan penyebaran bakterinya
akan lebih cepat.
3. Streptococcus
Pneumoniae (Pneomococcus)
Klasifikasi :
Kingdom : Bakteri
Filum : Frimicutes
Kelas : Cocci
Ordo : Lactobacillales
Famili : Streptococcaceae
Genus : Streptococcus
Spesies : Streptococcus pneumonia
Kingdom : Bakteri
Filum : Frimicutes
Kelas : Cocci
Ordo : Lactobacillales
Famili : Streptococcaceae
Genus : Streptococcus
Spesies : Streptococcus pneumonia
Streptococcus
Pneumoniae adalah diplococcus gram positif, sering berbentuk lancet atau
berbentuk rantai, memiliki kapsul polisakarida yang memudahkan untuk
pengelompokan antisera spesifik. Streptococcus Pneumoniae mudah dilisis dengan
agen aktif pada permukaan misalkan garam empedu. Agen aktif permukaan umumnya
menghambat atau tidak mengaktifkan penghalang autolysin dinding sel.
Streptococcus Pneumoniae merupakan penghuni normal dari saluran pernapasan
bagian atas manusia sekitar 5-40% dan dapat menyebabkan pneumonia, sinusitis,
otitis, bronchitis, meningitis, dan proses infeksi lainnya.
Infeksi
pneumococcus menyebabkan pengeluaran cairan edema fibrin secara berlebihan
kedalam alveoli, yang diikuti oleh sel darah merah dan leukosit yang
menyebabkan konsolidasi dari paru-paru. Sebagian pneumococcus terdapat dalam
eksudat ini, dan mereka dapat mencapai aliran darah melalui saluran limfa dari
paru-paru. Dinding alveolar tetap utuh secara normal selama infeksi. Kemudian
sel-sel mononuklear secara aktif melakukan fagosit pada debris, dan fase cairan
ini secara bertahap diserap kembali. Pneumococcus ditangkap oleh fagosit dan
dicerna secara intraseluler.
Angka kematian
pada pneumonia tergantung pada ras, seks, umur dan keadaan umum penderita, tipe
kumannya, luasnya bagian paru-paru yang terkena, ada tidaknya septikemia, ada
tidaknya komplikasi, pemberian terapi spesifik, dan faktor-faktor lainnya.
4. Clostridium tetani
Kingdom : Bakteri
Filum : Firmicutes
Class : Clostridia
Ordo : Clostridiales
Famili : Clostridiaceae
Genus : Clostridium
Spesies : C. tetani
Clostridium tetani adalah berbentuk batang, anaerobik bakteri dari spesies genus Clostridium. Seperti spesies lainnya genus clostridium, itu adalah gram-positif,
dan penampilannya pada gram noda menyerupai raket tenis atau stik drum. Clostridium tetani ditemukan sebagai
spora dalam tanah atau dalam saluran pencernaan hewan.
Clostridium tetani menghasilkan racun biologis kuat, tetanospasmin, dan merupakan agen
penyebab tetanus, penyakit yang ditandai dengan kejang otot yang menyakitkan
yang dapat menyebabkan kegagalan pernafasan dan di hingga 40% dari kasus adalah
kematian. Tetanus adalah penyakit menular disebabkan oleh kontaminasi luka dari
bakteri yang hidup di tanah. Bakteri clostridium
tetani adalah organisme penyebab penyakit tetanus yang mampu hidup
bertahun-tahun di tanah dalam bentuk spora.
5. Leuconostoc mesentroides (lender pada makanan)
Klasifikasi:
Kingdom
: Monera
Divisio
: Firmicutes
Class
: Bacilli
Order
: Lactobacilalles
Family
: Streptococcaceae
Genus
: Leuconostoc
Spesies
: Leuconostoc mesenteroides
Leuconostoc mesenteroides
adalah bakteri asosiasi dengan fermentasi asinan. Organisme ini mengubah bentuk
fermentasi asam laktat alam produk. Bakteri ini berbeda dengan spesies asam
laktat lainnya, dia dapat tahan dalam konsentrasi tinggi garam dan gula (hingga
50% gula). Leuconostoc mesenteroides mengubah bentuk pertumubuhan dalam
sayuran dengan cepat melebihi range temperature dan konsentrasi garam daripada
bakteri asam laktat lainnya.
Leuconostoc mesenteroides menghasilkan
CO2 dan asam yang mana menurunkan pH dan menghalangi perkembangan
dari mikroorganisme yang merugikan. CO2 menghasilkan kembali
oksigen, dan membuat lingkungan anaerobic dan cocok untuk pertumbuhan dari
spesies berikutnya dari lactobacillus.
6. Mycobacterium leprae (kusta)
Klasifikasi
Kingdom : Bacteria
Penyakit Morbus Hansen adalah sebuah penyakit infeksi
kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang
pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut,
saluran napas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan
testis, kecuali susunan saraf pusat. Dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati
dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan
kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.
Kusta merupakan penyakit menahun.yang dalam jangka panjang mengakibatkan
sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Tanda-tanda yang dapat terlihat antara lain timbulnya adanya bercak tipis
seperti panu pada badan/tubuh manusia. Pada awalnya bercak putih ini hanya
sedikit, kemudian akan semakin melebar dan bertambah. Muncul juga bintil
kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit. Pada keparahan kondisi,
dapat terjadi benjolan-benjolan di wajah yang tegang disebut facies leomina
(muka singa).