Selasa, 16 Desember 2014

Klasifikasi Mikroorganisme



KLASIFIKASI MIKROORGANISME
Klasifikasi dan identifikasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling berhubungan dalam taksonomi. Klasifikasi dapat diidentifikasikan sebagai penyusunan organisme kedalam grup taksonomi(taksa) dengan berdasarkan persamaan atau hubungan. Klasifikasi organisme prokariota seperti bakteri memerlukan pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan juga teknik observasi, sifat biokimia, fisiologi, genetik dan morfologi yang sering penting untuk menggambarkan sebuah takson. Mikroorganisme merupakan suatu kelompok organisme yang tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang, sehingga diperlukan alat bantu untuk dapat melihatnya seperti mikroskop, lup dan lain-lain. Cakupan dunia mikroorganisme sangat luas, terdiri dari berbagai kelompok dan jenis, sehingga diperlukan suatu cara pengelompokan atau pengklasifikasian.

Macam-Macam Klasifikasi Mikroorganisme :
1.     Neisseria gonorrhoeae
Kencing nanah atau gonore (bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.
Kingdom :    Bacteria
Phylum     :    Proteobacteria
Class        :    Beta Proteobacteria
Order       :    Neisseriales
Family      :    Neisseriaceae
Genus       :    Neisseria
Species     :    Neisseria gonorrhoeae


2.     Erwinia carotovora
Bakteri Erwinia carotovora pv.carotovora adalah menyebabkan pembusukan buah dan sayur. Hal ini dapat dikendalikan dengan cara menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman sakit, menanam dengan jarak tanam yang tidak terlalu rapat supaya kelembapan tidak tinggi.
Klasifikasi:
Kingdom      :    Bacteria
Phylum         :    Proteobacteria
Class             :    Gammaproteobacteria
Order            :    Enterobacteriales
Family          :    Enterobacteriaceae
Genus           :    Erwinia
Species         :    Erwinia carotovora
Ciri dari gejala yang ditimbulkan adalah batang yang terserang busuk, basah, dan mengeluarkan bau tak enak. Penyakit yang berbahaya ini belum ditemukan cara pengendaliannya yang tuntas. Pergiliran tanaman diharapkan dapat memutus daur hidup penyakit. Begitu pula pemeliharaan lahan sayuran agar tidak kotor atau terlalu lembap.
Penyebaran bakteri Erwinia carotovora adalah melalui serangga, nematoda, angin atau hewan lainnya yang masuk melalui lubang alami pada tanaman.
Sel bakteri yang masuk ini akan berkembang biak dalam ruang antar sel yang selanjutnya akan merusak jaringan tanaman dan menimbulkan penyakit. Dengan didukung kelembaban yang tinggi dan suhu yang rendah, perkembangbiakan dan penyebaran bakterinya akan lebih cepat.


3.     Streptococcus Pneumoniae (Pneomococcus)
Klasifikasi :
Kingdom : Bakteri
Filum : Frimicutes
Kelas : Cocci
Ordo : Lactobacillales
Famili : Streptococcaceae
Genus : Streptococcus
Spesies : Streptococcus pneumonia
Streptococcus Pneumoniae adalah diplococcus gram positif, sering berbentuk lancet atau berbentuk rantai, memiliki kapsul polisakarida yang memudahkan untuk pengelompokan antisera spesifik. Streptococcus Pneumoniae mudah dilisis dengan agen aktif pada permukaan misalkan garam empedu. Agen aktif permukaan umumnya menghambat atau tidak mengaktifkan penghalang autolysin dinding sel. Streptococcus Pneumoniae merupakan penghuni normal dari saluran pernapasan bagian atas manusia sekitar 5-40% dan dapat menyebabkan pneumonia, sinusitis, otitis, bronchitis, meningitis, dan proses infeksi lainnya.
Infeksi pneumococcus menyebabkan pengeluaran cairan edema fibrin secara berlebihan kedalam alveoli, yang diikuti oleh sel darah merah dan leukosit yang menyebabkan konsolidasi dari paru-paru. Sebagian pneumococcus terdapat dalam eksudat ini, dan mereka dapat mencapai aliran darah melalui saluran limfa dari paru-paru. Dinding alveolar tetap utuh secara normal selama infeksi. Kemudian sel-sel mononuklear secara aktif melakukan fagosit pada debris, dan fase cairan ini secara bertahap diserap kembali. Pneumococcus ditangkap oleh fagosit dan dicerna secara intraseluler.
Angka kematian pada pneumonia tergantung pada ras, seks, umur dan keadaan umum penderita, tipe kumannya, luasnya bagian paru-paru yang terkena, ada tidaknya septikemia, ada tidaknya komplikasi, pemberian terapi spesifik, dan faktor-faktor lainnya.


4.     Clostridium tetani
Kingdom   :           Bakteri
Filum         :           Firmicutes
Class          :           Clostridia
Ordo          :           Clostridiales
Famili        :           Clostridiaceae
Genus        :           Clostridium
Spesies      :           C. tetani
Clostridium tetani adalah berbentuk batang, anaerobik bakteri dari spesies genus Clostridium.  Seperti spesies lainnya genus clostridium, itu adalah gram-positif, dan penampilannya pada gram noda menyerupai raket tenis atau stik drum. Clostridium tetani ditemukan sebagai spora dalam tanah atau dalam saluran pencernaan hewan.

Clostridium tetani menghasilkan racun biologis kuat, tetanospasmin, dan merupakan agen penyebab tetanus, penyakit yang ditandai dengan kejang otot yang menyakitkan yang dapat menyebabkan kegagalan pernafasan dan di hingga 40% dari kasus adalah kematian. Tetanus adalah penyakit menular disebabkan oleh kontaminasi luka dari bakteri yang hidup di tanah. Bakteri clostridium tetani adalah organisme penyebab penyakit tetanus yang mampu hidup bertahun-tahun di tanah dalam bentuk spora.

5.     Leuconostoc mesentroides (lender pada makanan)
Klasifikasi:
Kingdom : Monera
Divisio : Firmicutes
Class : Bacilli
Order : Lactobacilalles
Family : Streptococcaceae
Genus : Leuconostoc
Spesies : Leuconostoc mesenteroides
Leuconostoc mesenteroides adalah bakteri asosiasi dengan fermentasi asinan. Organisme ini mengubah bentuk fermentasi asam laktat alam produk. Bakteri ini berbeda dengan spesies asam laktat lainnya, dia dapat tahan dalam konsentrasi tinggi garam dan gula (hingga 50% gula). Leuconostoc mesenteroides mengubah bentuk pertumubuhan dalam sayuran dengan cepat melebihi range temperature dan konsentrasi garam daripada bakteri asam laktat lainnya.
Leuconostoc mesenteroides menghasilkan CO2 dan asam yang mana menurunkan pH dan menghalangi perkembangan dari mikroorganisme yang merugikan. CO2 menghasilkan kembali oksigen, dan membuat lingkungan anaerobic dan cocok untuk pertumbuhan dari spesies berikutnya dari lactobacillus.


6.     Mycobacterium leprae (kusta)
  Klasifikasi
Kingdom    :    Bacteria
Filum          :    Actinobacteria
Ordo           :    Actinomycetales
Family        :    Mycobacteriaceae
Genus         :    Mycobacterium
Spesies       :    Mycobacterium leprae
Penyakit Morbus Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran napas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang, dan testis, kecuali susunan saraf pusat. Dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.
            Kusta merupakan penyakit menahun.yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Tanda-tanda yang dapat terlihat antara lain timbulnya adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia. Pada awalnya bercak putih ini hanya sedikit, kemudian akan semakin melebar dan bertambah. Muncul juga bintil kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit. Pada keparahan kondisi, dapat terjadi benjolan-benjolan di wajah yang tegang disebut facies leomina (muka singa).